Bukan dikarenakan kotor, ini pemicu leher bagian belakang menggelap

DKI Jakarta – Pernahkah Anda memperhatikan bagian belakang leher seseorang tampak tambahan gelap dari area dermis lainnya? Atau kemungkinan besar Anda sendiri pernah merasa kurang percaya diri lantaran mengalami hal serupa?
Meskipun telah rajin mencuci wajah serta menyimpan kebersihan tubuh, area leher yang dimaksud menghitam rutin kali terus muncul lalu terasa mengganggu, teristimewa ketika mengenakan pakaian terbuka pada bagian leher.
Banyak yang mana mengira penyebabnya semata-mata akibat kurang bersih atau jarang mandi. Padahal, leher yang tampak gelap dapat disebabkan oleh bermacam faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga situasi medis tertentu. Kenali beberapa penggerak medis yang umum menyebabkan leher menghitam berikut ini:
1. Acanthosis Nigricans
Kondisi ini menciptakan lapisan kulit di area leher tampak tambahan gelap, tebal, kemudian terasa seperti beludru ketika disentuh. Biasanya berlangsung pada khalayak yang tersebut mengalami obesitas atau mempunyai diabetes. Meski tak menular dan juga tidak ada berbahaya, acanthosis nigricans dapat jadi tanda adanya kelainan metabolisme.
2. Dermatitis Neglecta
Leher yang mana tampak menghitam juga mampu disebabkan oleh penumpukan sel lapisan kulit mati, minyak kemudian keringat yang tidak ada dibersihkan secara menyeluruh. Inilah yang tersebut disebut dermatitis neglecta. Cukup dengan membersihkan leher secara rutin menggunakan sabun, air, dan juga gosokan lembut, warna lapisan kulit bisa saja kembali merata.
3. Dyskeratosis Congenita
Dikenal juga sebagai sindrom Zinsser-Engman-Cole, keadaan ini menyebabkan penggelapan dermis pada leher, sehingga terlihat seperti kotor. Gejalanya bisa saja disertai dengan bercak putih di dalam di mulut, kuku bergelombang, kemudian bulu mata yang dimaksud jarang.
4. Erythema Dyschromicum Perstans
Juga dikenal sebagai ashy dermatosis, keadaan ini menyebabkan munculnya bercak keabu-abuan hingga kehitaman ke leher, lengan atas, bahkan dalam tubuh bagian atas. Meski warnanya terlihat mencolok, situasi ini bukan berbahaya juga tidaklah berkaitan dengan penyakit serius.
5. Kadar insulin tinggi
Orang dengan kadar insulin yang tersebut tinggi pada darah teristimewa wanita dengan PCOS (sindrom ovarium polikistik) rutin mengalami hiperpigmentasi di leher, teristimewa bagian belakang. Ini adalah bisa jadi berubah menjadi tanda tubuh mengalami kekebalan insulin.
6. Lichen Planus Pigmentosus (LPP)
LPP adalah kondisi peradangan dermis yang digunakan menyebabkan bercak keabu-abuan hingga kehitaman muncul ke wajah dan juga leher. Berbeda dari eksim atau alergi, bercak ini bukan terasa gatal tapi mampu mengganggu penampilan.
7. Tinea Versicolor
Merupakan infeksi jamur yang mana disebabkan oleh peningkatan berlebih Malassezia furfur, jamur alami di dalam kulit. Bercak sanggup muncul ke leher, dada, punggung, juga lengan. Setelah terpapar sinar matahari, bercaknya akan terlihat lebih banyak gelap juga dapat mengakibatkan rasa gatal.
Bagaimana cara mengatasinya?
Penanganan dermis leher yang digunakan menghitam sangat tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa pendekatan medis yang mana umum dilakukan:
- Infeksi jamur seperti Tinea Versicolor: Biasanya diobati dengan salep antijamur. Untuk persoalan hukum yang dimaksud lebih besar berat, dokter mungkin saja meresepkan obat minum.
- Dermatitis Neglecta: Cukup dengan mandi, menggosok leher menggunakan sabun kemudian air hangat, atau kompres hangat untuk melunakkan kotoran.
- Acanthosis Nigricans: Fokus utama bukanlah pada mencerahkan kulit, tapi mengatasi penyebabnya seperti menurunkan berat badan lalu merawat kadar gula darah tetap stabil.
- Hiperpigmentasi umum: Bisa dibantu dengan krim tretinoin (turunan vitamin A), atau penyembuhan laser untuk membantu meratakan warna kulit.
Artikel ini disadur dari Bukan karena kotor, ini penyebab leher bagian belakang menggelap






